Pandeglang Blog

Menjadi bagian dari arus informasi dunia

Anang si newbi dengan emailnya

20 Komentar

email.jpgAlkisah suatu hari hiduplah seorang pemuda bernama Anang, dia baru saja membeli smartphone pertamanya. Berbekal ponsel pintarnya itu Anang ingin sekali bisa internetan, mengenal dunia maya lebih jauh, berinteraksi dengan sesama pengguna jejaring sosial yang ada dan aktivitas-aktivitas lainnya.

Beruntung Anang punya teman baik, namanya Raul yang menyarankan padanya bahwa kalau mau internetan harus punya email dulu, karena banyak layanan-layanan web disana yang mengharuskan adanya email agar bisa menjadi penggunanya, “Email didunia maya ibarat E-KTP di dunia nyata.” terang Raul.

Raul yang sudah punya pengalaman di dunia cyber itu tahu maksud keinginan Anang dan dengan penuh kesabaran dia pun membimbing dan menjelaskan pada Anang seluk beluk dunia maya itu seperti apa, negatif dan positifnya termasuk membuatkan email pertamanya.

Singkat cerita Anang pun melanglang buana di dunia maya, hadir dari satu jejaring sosial ke jejaring sosial lainnya dan facebook menjadi jejaring sosial pertamanya. Tak ketinggalan dunia online chatting pun dia geluti dan hampir semua layanan chat online sudah pernah dia coba.
Tak puas di sekitar jejaring sosial Anang pun menjajal dunia blog, dunia yang menurutnya sedikit berbeda dari sebelumnya, penuh tantangan dan perlu imajinasi, kreativitas dan kesabaran untuk menekuninya. Maka berbagai layanan penyedia blog pun tak luput dari percobaannya, mencari dan menyesuaikan mana yang paling pas untuknya.

Waktu pun berlalu, kini Anang pun semakin lihai jika menyangkut soal urusan berselancar di dunia maya, pengetahuan dasar tentang web dia sudah kuasai gelar newbi pun sudah rasanya sudah tidak pantas disandang olehnya, meski dia menyadari masih banyak yang belum diketahuinya. Karena itu keinginannya untuk terus belajar dan selalu mencari tahu tak pernah berhenti. “Tuntutlah ilmu walau (ilmu itu) ada di cina, the sky is the limit”, prinsipnya.

Selama masa eksplorasinya Anang mungkin sudah menjadi pengguna di berbagai jejaring sosial dengan aneka ragam fitur yang ditawarkannya, mendaftar ke berbagai macam layanan blog yang ingin dimilikinya, bergabung di grup, forum atau milis yang menarik minatnya dan lain sebagainya tapi selama itu pula ada satu yang Selalu menyertainya dan tak pernah dia rubah. Yaitu email pertamanya.

Ya, Anang memang tidak pernah melupakan jasa temannya Raul yang dulu pernah membuatkan email untuknya. Meski dikemudian hari Anang sendiri sebenarnya sudah bisa buat email sendiri dari berbagai penyedia layanan email yang ada tapi dia memutuskan untuk selalu memakai email pemberian dari raul teman baiknya dalam setiap aktivitas internet yang membutuhkan login terlebih dahulu, entah itu untuk mendaftar ke jejaring sosial, layanan blog, direktori, survey berhadiah, anggota forum/milis, berlangganan newsletter dari situs favoritnya dan lain-lain, semua pendaftaran ia isi dengan email yang sama.

email button.jpgKesetiaan Anang pada satu email untuk semua berbuah manis, karena dengan begitu -tanpa dia sadari- dia bisa meringkas semua pemberitahuan-pemberitahuan (notifikasi) terbaru dari semua layanan yang diikutinya terkumpul hanya pada satu tempat. Cukup dengan membuka satu-satunya inbox email miliknya Anang bisa tahu dalam waktu bersamaan jikalau :

  • Ada yang menulis di dinding profil facebooknya
  • ada seseorang yang menyebut (mention) namanya di twitter
  • ada yang mengomentari kirimannya di google plus dan stumble upon.
  • Ada yang minta koneksi dengan dirinya di linkedin
  • Seseorang baru saja check-in ditempatnya dalam foursquare
  • Seseorang telah berkomentar di salah satu atau beberapa blognya
  • ada yang membalas komentarnya pada blog orang lain
  • ada survey berhadiah terbaru yang harus diisinya
  • ada postingan terbaru dari blog teman dan grup yang diikutinya
  • Ada update konten berita terbaru dari situs langganannya. Dan pemberitahuan2 lainnya.

Semua pemberitahuan2 itu datang secara otomatis menuju satu tempat menjadikannya efisien, hemat waktu, hemat quota dan memudahkannya dalam mengontrol ataupun merespon segala arus informasi mengenai dirinya dengan segera. Terlebih lagi jika dalam fitur suatu blog terdapat layanan “reply by email” seperti wordpress dimana ia bisa membaca dan membalas semua komentar yang masuk ke blog langsung dari emailnya.

Hari berganti hari Anang melanjutkan hidupnya dan dia pun bertemu dengan jodohnya Ashanty, bisa dikatakan Ashanty masih tergolong gaptek, ketika ia mengutarakan keinginannya pada suaminya anang untuk belajar internetan, Anang pun menyarankan pada istrinya itu apa yang dahulu pernah disarankan sahabatnya beberapa tahun silam, but you know my friend? That’s another story to tell.:mrgreen:

Tamat

Ini hanyalah cerita fiktif belaka, apabila ada kesamaan nama, peristiwa dan tempat itu memang disengaja.

Penulis: Nourly

Bergabung di wordpress sejak 2 april 2012 Just a mobile blogger from Pandeglang.

20 thoughts on “Anang si newbi dengan emailnya

  1. hingga akhirnya, anang pun bertemu jodoh keduanya lewat dunia maya yang bernama ashanti. mereka pun menikah dan beberapa bulan kemudian ashanti mengandung anak iwan #lhooo

  2. pagi pagi habis sahur baca ginian dikira orang gila senyum senyum ndiri di kamari..
    :))

  3. jadi inti ceritanya dr pribahasa makan kacang, simpan kulitnya by lagu richard:mrgreen: nice story bro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s