Pandeglang Blog

Menjadi bagian dari arus informasi dunia

Beragam insiden kecelakaan lalu lintas

2 Komentar

Duh kecelakaan lagi kecelakaan lagi, perasaan udah 3 kali dalam seminggu terakhir ini ada lakalantas (baca:kecelakaan lalu lintas) di depan rumahku jln raya labuan km2 Ciekek karaton, Pandeglang, Banten. Meski bukan minggu ini saja aku menyaksikan sebuah TKP kecelakaan langsung dari tempat kejadian tapi minggu ini berasa terlalu sering, ya kalau mau sebulan sekali gitu heheh.. jangan ding kalo bisa gak ada lagi lah lakalantas di depan rumahku itu.

ciekek-karaton-pdg.jpg

Ngomongin soal kecelakaan banyak ragamnya penyebab kecelakaan terjadi yang pernah aku lihat atau yang pernah aku alamin sendiri diantaranya :

1. Seperti yang baru terjadi kemarin, malam hari sebuah motor akan masuk jalan raya (masih di sisi jalan) tiba-tiba dari arah jalan ada pengendara motor lain yang sedang melintas lumayan kencang, keduanya pun bersenggolan dan gubrakkk!” Jatuh dua2nya.
Oya aku lupa jelasin kalau rumahku itu ada di pinggir jalan raya provinsi pas pertigaan jalan ke kampung, dan kebetulan di depan rumah ada pedagang nasi goreng yang berjualan dari mulai maghrib sampai tengah malam, waktu kejadian lagi rame-ramenya pembeli terlihat dari banyaknya motor yang parkir.

Pelajaran yang di dapat : kalau sedang melewati kawasan bisnis dimana banyak pedagang makanan kaki lima mangkal cobalah untuk extra hati-hati dengan menurunkan kecepatan kendaraan. Terlebih lagi kalau sedang ramai pembeli.

2. Kecelakaan di pertigaan jalan depan rumahku pun kerap terjadi umumnya sih karena salah paham, kurang hati2, terburu-buru ketika belok dsb seperti yang pernah terjadi pada tengah malam padahal, jalanan sepi tau tau ada suara gubraaakkk!”. Motor dari arah kampung belok kanan sambil menyebrang ke jalan raya bertabrakan dengan motor lain yang sedang berjalan melintasi pertigaan.

Pelajaran yang didapat : kalau sedang mengendarai motor dijalan kampung dan mau masuk ke jalan raya usahakan berhenti dulu / perlambat laju kendaraan sambil liat kanan kiri, jangan langsung masuk meski sudah kelihatan jalan raya lagi sepi.

3. Anda tahu motor inventaris pemerintah? Biasanya jadul, tak terawat kadang-kadang dekil juga😀, nah berhati-hatilah jika anda sedang berkendara di belakang motor inventaris tersebut, seperti yang pernah terjadi didaerahku seorang pengendara motor menyalip motor inventaris didepannya dari lajur kanan tapi ternyata motor plat merah itu malah belok kanan tebak apa yang terjadi kemudian, keduanya pun “bersetubuh” di tengah jalan raya.
Sang pengendara motor inventaris berdalih sudah menyalakan lampu sen kanannya tanda akan belok kanan, tapi sang penyalip pun tetap bersikukuh bahwa dia tidak melihat lampu sen kanan belakangnya menyala makanya dia memutuskan untuk menyalip. Mungkinkah karena alasan itu tadi motor inventaris pemerintah banyak yang tidak terawat, terkesan dekil sehingga kedipan lampu sen pun terkesan seadanya (tidak kentara).

Pelajaran yang di dapat : kalau mau menyalip kendaraan yang ada di depan kita liat lampu sen kanannya dulu, menyala atau tidak. Meskipun tidak, nyalakan klakson dulu 2 atau 3 kali untuk memberi pengertian padanya bahwa kita akan menyalip. Jangan bareng antara menyalip dan membunyikan klakson karena itu hanya akan membuatnya kaget dan bisa membuyarkan konsentrasinya ketika berkendara.
Kalau mau jujur sih ini sebenarnya pengalaman pribadi heheh…😆

4. Kecelakaan lalu lintas tidak melulu terjadi antara 2 kendaraan saja atau lebih, ketika berkendara sendiri pun kecelakaan bisa terjadi bahkan saat sedang pelan sekali pun. Biasanya ini disebut kecelakaan tunggal Seperti kisah nyata di daerahku ini.
Seorang pengemudi sepeda motor sedang melaju kendaraannya siang hari sekitar 40km/jam mungkin, helm terpasang, kaca spion ada, rem, gas, lampu sen berfungsi dengan baik tapi tiba-tiba gak ada angin gak ada hujan gubrakkk!”, motor jatuh beserta pengendaranya, ada apa gerangan?.

Usut punya usut ternyata lehernya terjerat tali layangan putus yang melintang dari sisi jalan ke sisi seberangnya, untungnya cuma berdarah doang lehernya, gak sampe putus, para bocah yang semula ingin mengambil layangannya kembali langsung pada kabur begitu tahu ada yang kecelakaan karenanya.

Pelajaran yang didapat : hati-hati saja tidak cukup mungkin disinilah pentingnya peran “do’a” atau “dzikir” sebelum bepergian karena musibah / bala bisa terjadi kapanpun dan dimanapun diluar kehendak manusia.

Udah ah segitu aja dan sebagai penutup berikut adalah 4 faktor terbanyak penyebab kecelakaan transportasi di jalan raya :

  1. Faktor Human error /kelalaian manusia, contohnya :
    -Hilangnya kesadaran karena mengantuk, dibawah pengaruh narkoba dan mabuk minuman keras
    -Tidak disiplin lalu lintas (melanggar rambu-rambu)
    rambu lalu lintas
    -tidak konsentrasi( berkendara sambil menelepon/sms)
    -belum mahir mengemudi (baru belajar)
    -Ngebut, ugal-ugalan, Emosional, tergesa-gesa dsb.
  2. Faktor kelayakan Kendaraan (tidak layak jalan) :
    Ban tiba-tiba pecah, rem blong, lampu tidak berfungsi/tidak ada, terbalik karena melebihi muatan.
  3. Faktor Jalan :
    Jalan sempit, banyak lubang dan licin (karena hujan, salju, ceceran minyak/oli), Jalan bergelombang, Tikungan tajam, terlalu menanjak/menurun.
  4. Faktor Cuaca :
    Hujan lebat. Berkabut, angin kencang dsb.

hati-hati dijalan
Hati-hati dalam berkendara, semoga selalu selamat sampai tujuan, ingat anak istri menunggu di rumah.

Penulis: Nourly

Bergabung di wordpress sejak 2 april 2012 Just a mobile blogger from Pandeglang.

2 thoughts on “Beragam insiden kecelakaan lalu lintas

  1. wah memang sob human eror lah yang sering menyebabkan kecelakaan.kadang jalan kayak milik pribadi🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s